Les Privat Bahasa Inggris, atau Ikut Kursus?

Les Privat Bahasa Inggris, atau Ikut Kursus? 

Les Privat Bahasa Inggris

Les Privat Bahasa Inggris

Apa bedanya antara les privat bahasa Inggris atau kursus bahasa Inggris? Secara bahasa, sebenarnya tidak ada bedanya.  Intinya adalah sama-sama belajar bahasa dengan tutor yang dipercayai. Namun secara teknis, umumnya publik membedakan keduanya dari sisi penyelenggaraan. Kalau les privat, biasanya dikelola oleh individu. Sementara kalau kursus dikelola oleh lembaga (remi atau tidak resmi).  Untuk soal harga, les privat biasanya lebih murah dibanding kursus. Dan jika dilihat dari sisi waktu, kursus memiliki jadwal yang tetap dan ketat sementara les privat lebih fleksibel.

Mana yang lebih efektif, tentu tergantung kebutuhan. Di Bogor, ada seorang guru les privat yang cukup terkenal dan punya murid-murid yang sudah berkarir di tempat kerjanya masing-masing. Guru tersebut memang dikenal sebagai pemberi les privat bahasa Inggris yang mumpuni dan memiliki rekam jejak yang bagus. Jadwalnya, meski sudah disepakati sejak awal, tapi bisa berubah bergantung kesibukan masing-masing. Meski demikian, guru les ini tidak segan-segan merekomendasikan tempat kursus bahasa Inggris yang menurutnya cocok untuk muridnya melanjutkan ke tahap yang lebih tinggi.

Les privat sangat memudahkan orang untuk mengatur waktunya. Di Jakarta misalnya, ada juga tempat kursus yang menerapkan sistem fleksibilitas. Namanya English Talk. Secara bisnis, yang ditawari adalah kursus. Tapi secara konsep, lembaga ini menawarkan “les privat” dengan memungkinkan siswa mempraktekkan bahasa Inggris melalui media telepon langsung kepada tutornya. Waktunya fleksibel dan tidak terikat tempat. Sejauh ini, ada beberapa tempat kursus yang meniru konsep tersebut.

Keunggulan les privat adalah terletak pada interaksinya secara langsung dengan tutor. Berbeda dengan kursus, meski pakai cara menelepon jarak jauh, tatap muka merupakan cara paling efektif untuk memudahkan orang menyerap pelajaran.  Berdasarkan hasil penelitian, 50 persen orang belajar dari apa yang ia lihat, dan hanya 30 persen dari apa yang ia dengar.  Selebihnya dari apa yang ia sentuh secara fisik. Berinteraksi dengan guru, selain menciptakan kedekatan emosional yang membantu siswa menyerap materi, juga mendorong mereka untuk fokus pada sesuatu yang menjadi masalah mereka terhadap pelajaran tersebut sehingga les privat menjadi solusi jitu dalam membantu siswa berprestasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also likeclose