Les Privat di Rumah, Efektifkah?

Les Privat di Rumah, Efektifkah?

Les Privat

Les Privat

Banyak orang tua yang menambahkan jadwal les tambahan untuk anaknya di rumah. Materi pelajarannya pun beragam, dan biasanya berkisar tentang pelajaran eksakta. Sebab sebagian besar memang bermasalah di pelajaran jenis ini, seperti Matematika, Fisika dan Kimia. Adapun yang bertema sosial jarang atau bahkan tidak ada yang menyediakan les privatnya. Tidak hanya itu, saat ini konsep home schooling pun menjadi tren khususnya buat anak-anak yang memang tidak punya waktu untuk hadir di sekolah. Bedanya les privat dengan konsep ini terletak pada tujuannya. Kalau les privat memang difokuskan sebagai tambahan jam belajar dengan cara mengajar yang berbeda, sementara home schooling memang sekolah yang dipindahkan ke rumah.

Pertanyaannya adalah, apakah les privat di rumah masih tetap efektif untuk meningkatkan pemahaman anak akan pelajarannya? Tentu saja masih. Dari sisi suasana, anak merasa lebih nyaman karena berada di lingkup “kekuasaannya”. Bandingkan dengan sekolah yang “dikuasai” oleh guru atau teman-temannya yang lebih pintar. Di rumah, suasana lebih santai. Apalagi guru les privat lebih bersifat kasual, informal dan terkadang humoris sehingga penyampaiannya lebih masuk dibanding sekolah. Ditambah lagi guru privat hanya mengajar satu anak, atau paling tidak sekelompok kecil anak yang jumlahnya tidak lebih dari lima orang sehingga setiap anak bisa berkonsultasi dengan lebih intens.
Hanya saja untuk memilih guru les privat di rumah, hal yang perlu dipertimbangkan adalah jarak antara rumah guru dengan rumah siswa. Semakin jauh sebenarnya semakin tidak efektif. Lebih baik jika rumah yang dipilih untuk dijadikan tempat belajar lebih mudah diakses oleh guru tersebut. Selain itu perhatikan pula jumlah siswanya. Jika komposisi yang belajar adalah mereka yang akrab satu sama lain, kemungkinan saat proses belajar lebih banyak becanda daripada seriusnya. Apalagi guru privat jarang untuk bisa marah terhadap anak muridnya. Maka memilih teman yang “tidak terlalu” akrab dalam satu kelompok belajar lebih disarankan. Tentunya ini sangat tentatif dan bergantung pada karakter anak didik itu sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also likeclose